Postingan

Pacaran tidak mengobati rasa kesepian

Gambar
Sebelumnya saya pernah menulis diblog saya berjudul "kesepian yang membunuh". Tentu, dimuat karena ada cerita tentang rasa kekosongan, hampa, gelisah dan kesepian. Saya pikir dia sedang membutuhkan sosok yang selalu ada menemaninya. Namun, semesta memberi makna dari sebuah jejak perjalanan. Memberi jawaban yang ditemani rintangan lika-liku. "cinta seharusnya tak menyakiti, tapi membuat hidup lebih bahagia dan berarti." "cinta yang seharusnya memahami perbedaan, menyatukan harapan " "cinta tak seharusnya pudar oleh rasa bosan. Harusnya tak surut meski terpisah oleh ruang dan waktu." "cinta seharusnya membuat hidup lebih termotivasi, lebih kuat, berwarna dan bergairah." Manifestasi akan cinta yang seharusnya tak sepenuhnya benar dan tak sepenuhnya salah. Cinta tak pernah salah. Persepsi bisa salah. Namun apa jadinya jika kita menggantungkan kebahagiaan pada pasangan? Namun apa jadinya jika kita memilih pacaran sebagai ob...

Kematian dalam Peristiwa COVID-19

Gambar
Setiap hari pikiranku merangkai kata-kata Ingin sekali menjahit beragam data menjadi padanan kata Tak beranjak dan selalu berakhir khayalan saja Nampaknya harus segera menuangkannya sebelum menua Ku mulai dengan ini, Kilas balik bencana ke bencana yang dialami negeri tercinta. Juni 2018, tenggelamnya Kapal Feri KM Sinar Bangun di Danau Toba mengundang banyak spekulasi, kontroversi bahkan mengaitkan dengan konspirasi. Juli 2018, Lombok diguncang gempa hingga ke Bali dan Sumbawa. Mengingatkan kita akan kiamat sudah dekat. Oktober 2018, tenggelamnya pesawat Lion Air di Karawang, Jawa Barat. Cukup mengenaskan tak ada yang selamat. Desember 2018, Tsunami menerjang Pantai Banten dan Lampung Selatan. Agustus 2019, Bencana kebakaran hutan TERPARAH yang pernah terjadi di Indonesia. Hingga kualitas udara Jakarta terburuk di dunia yang disebabkan asap dan polusi. Januari 2020, Banjir TERPARAH di Jakarta. Februari 2020, Virus Corona atau COVID19 masuk ke Indonesia. Dar...

Temukan Kebahagiaanmu Disini. Pada IKIGAI mu!

Gambar
Aku yakin beberapa dari kalian belum familiar dengan kata ini. IKIGAI. Mungkin lebih terbiasa dengan namanya PASSION atau bahkan QUARTER LIFE CRISIS. Kalau kalian adalah salah satu pembaca setia situs blogku, kedua hal ini sudah pernah dibahas. Ikigai mencakup lebih dari kedua hal tersebut. Kita mulai dari pengertiannya dulu. Ikigai berasal dari bahasa Jepang. IKI, artinya kehidupan. GAI artinya nilai. Ya, bisa disimpulkan sendiri. Ikigai salah satu konsep dari Jepang untuk memahami alasan untuk hidup, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus menjawab pertanyaan "MENGAPA SAYA HIDUP?" Pepatah romawi kuno yang sejak kecil kita selalu dengar "Mensana In Corpore Sano" yang berarti "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Tentunya ini selaras dengan adanya tujuan hidup. Berhubungan dengan kesehatan tubuh, penyakit depresi, stress, penyakit jantung dan stroke. Kita lebih positif dan aktif memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Ikigai menemukan cara ...

Ini Alasan Millenial Harus Menghindari Multitasking #OpiniCiaa

Gambar
Salah satu kelemahan yang kumiliki yaitu tidak sabaran. Mengerjakan sesuatu suka dengan cepat, instan. Semasa kuliah, setiap hari selalu membuat list deadline yang harus dikerjakan. Hari ini harus selesai buat esai untuk apply 1 atau 2 national event. Besok deadline apply beasiswa atau lomba, misalnya. Selalu terburu-buru dan memaksa diri mampu menyelesaikan banyak deadline dalam sehari. Pada akhirnya memang selesai, namun selalu gagal dalam pemberitahuan hasil pengumuman. Dalam 1 minggu bisa selesai apply 5 atau bahkan 10 event. Terlalu mengedepankan kuantitas, kualitas tak tercapai. Bahkan ketika mengerjakan skripsi, aku bisa sembari mengedit video. Aku seorang sarjana kesehatan masyarakat yang sama sekali tidak mengerti sepenuhnya backgroundku. Aku tertarik akan dunia politik, dunia fotografi, dunia per-youtubean, ekonomi investasi, psikologi, dan suka menulis. Tapi tak ada satupun yang bisa dikatakan ahli/expert dari semua ketertarikan tersebut. Ketika mengerjakan sesuatu, da...

Paus Agung juga Manusia Biasa

Gambar
Review Film The Two Popes (Foto nobar di Aula Gereja St. Theresia, Jakarta Pusat) Film The Two Popes berhasil menayangkan isu agama menjadi sesuatu yang tidak membosankan untuk dibahas. Beberapa adegan serius disajikan dengan humor-humor lucu. Barangkali, kita selalu beranggapan bahwa para tokoh agama merupakan sosok yang suci, istimewa, disanjung banyak pihak, tanpa dosa dan sosok yang agung. Kita mengira bahwa pemimpin agama sudah selesai dengan segala gejolak pribadi dan kelemahannya. The Two Popes mengulik tuntas atas semua persepsi-persepsi tersebut. Film ini bukan menceritakan hukum-hukum hirarki kekatolikan namun membahas sisi manusiawi dari seorang Paus Agung. Bahkan seorang Paus Agung sekalipun bisa mengalami kesepian, membutuhkan teman, mengalami kesulitan layaknya seorang manusia biasa. Seperti judulnya, film The Two Popes ini menceritakan kisah dua seorang Paus. Dua Paus yang memilik karakter bertolakbelakang. Paus Benedictus XVI yang digambarkan memiliki kepriba...

Merantaulah, Lihatlah Dunia | Dinamika Hidup Jakarta

Gambar
"Kalau sudah lulus kuliah, aku akan jadi seorang entreprenur. Aku akan menciptakan lapangan kerja" "Aku tidak ingin bekerja di office from 8-17, jadi budak corporate" "Aku akan bekerja sesuai passion" Realita.....? Ibukota bukanlah kota yang aku idam-idamkan. Sama sekali tak terpikirkan akan menetap disini. Mindsetku, ibu kota memang semuanya ada disana namun aku belum siap meninggalkan kenyamanan di kampung halaman.  Saat mahasiswa, aku berhasil mewujudkan apa yang ingin ku raih. Keliling ke luar kota karena lolos national event, menjuarai beberapa lomba, menjadi finalis dalam ajang pemilihan duta, menyabet beberapa beasiswa, gabung dalam beberapa komunitas dan organisasi. Selalu sibuk dan menjadi idealis.  Setelah lulus, menjadi volunteer di salah satu NGO. Aku bekerja sesuai passion, aku bebas memilih harus melakukan pekerjaan seperti apa. Tentunya semua dibarengi dengan kerja keras dan ambisi untuk selalu berkarya. Semua pencap...

Kesepian yang Membunuh

Gambar
Sepi itu indah namun bisa jadi bencana. Kesepian bisa membunuh. Terasa ada yang hilang, namun tak tau apa yang hilang. Kita mungkin memiliki uang, jabatan dan kemewahan lainnya. Tapi itu tidak menjamin bahwa hidup kita akan penuh warna. Bertahan hidup dengan drama kehidupan. Memakai topeng dalam keseharian demi keutuhan hidup. Banyak teman dan sahabat, namun terasa hampa dan kosong dalam kesendirian tanpa kesan. Tangisan malam terdengar oleh sang malam hingga menuju pagi. Yang terlihat hanya semu walau berjuang mencari arti. Waktu berlalu tanpa memberitahu. Dulu bersama-sama sekarang terpisahkan. Tak ada yang salah. Semua memang pasti akan berubah. Tak ada yang abadi. Sepi dalam kesendirian itu menyakitkan. Orang-orang melihat selalu bahagia, tersimpan kesunyian yang tak terungkap. Yang terdekat belum tau segalanya hanya sebatas prolog hiburan sementara. Kehidupan menawarkan sejuta keindahan setelah melewati kepedihan. Keadaan tidak salah. Pola pikir yang salah. Tak mampu men...

Mengalami Fase Hidup Terendah, Apa Solusinya?

Gambar
Setiap orang pernah  mengalami fase hidup terendah. Apakah sudah, sedang ataupun akan. Sedang stres, patah hati, ketidaknyamanan berada dirumah, berselisih dengan sahabat, kehilangan teman, merasa kesepian, kegagalan diterima bekerja, sedang tidak dihargai, dibully, dikritik, perceraian, persoalan rumah tangga, kesulitan menemukan passion, stress karena tuntutan kerja dan segala peristiwa atau perasaan negatif dalam diri kita. Apakah kita akan menyerah, lari dari masalah atau berjuang menghadapi cobaan tersebut, semua ada dalam diri kita pribadi. Tidak ada orang yang akan menyelesaikannya untukmu. Jangan berharap pada kekuatan manusia. Kita lah yang melakukannya. Berharap sahabatmu ada setiap saat untukmu? Berharap pacarmu menemanimu? Berharap keluargamu menolongmu saat kamu lelah mencari pekerjaan? Berharap temanmu menolongmu saat kamu sedang krisis finansial? Sekali lagi, jangan pernah berharap pada manusia. Terlalu berharap akan terlalu merasakan kekecewaan yang lua...

Mendapat semangat baru - dilema Quarter Life Crisis

Baru saja selesai menonton film Spiderman - Far From Home, aku merasa harus menuliskan makna yang aku dapat dari film ini. This is not movie's review ya. Aku merasa mendapat motivasi yang luar biasa dan aku harus membagikannya. Setiap menonton film, aku memaksa diriku agar aku mendapat hal yang bermakna dari pesan film, aku harus fokus. Aku gamau dong tentunya menonton bioskop mahal-mahal tapi sia sia gitu aja, lewat gitu aja tanpa dapet pelajaran atau pesan dari cerita itu. Sebenarnya mau mengaitkan makna dengan alur cerita, tapi sepertinya akan keliatan kayak spoiler. So, aku bakal to the point, ke makna dari film itu (menurut pendapat pribadi). Sebenarnya makna ini bukan hal yang baru namun kita di ingatkan kembali. Baiklah pesan yg aku dapat ialah pemimpin itu bukan dilahirkan, namun diciptakan, diperjuangkan. Tony Stark memilih Spiderman untuk jadi pemimpin. Tapi dia merasa gak layak jadi pemimpin , dia menolaknya. Tapi alhasil ia berhasil mewujudkan dirinya jadi pemimpin ...

It's okay to be a depressed!

Setiap orang pasti punya cita-cita, passion, harapan ataupun mimpi. Ada yang punya cita-cita ataupun mimpinya yang berbeda setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun. Well, thats okay selagi mimpi itu gratis gak ada masalah. Ada yang udah sukses deluan dengan mimpinya, ada yang masih sedang berjuang, ada yang mungkin bahkan taktau apa impinya apa cita-citanya, mencari jati diri sendiri, dan ada pula yang memilih untuk berhenti sejenak mengejar mimpi. Disini aku bakal sedikit nyamain defenisi mimpi dengan cita-cita. Terserahlah ya ini kan tulisan aku, opini aku, bebas mau berpendapat gimana. Loh, judulnya depresi tapi kok bahas mimpi atau cita-cita? Lalu yang nulis sedang depresi, gitu? Bodoh banget ya nampaknya, depresi kok bilang-bilang, ngebuat diri sendiri keliatan begok, pesimis, gak punya semangat dan motivasi. Ternyata kita perlu juga baca buku dari Mark Manson yang berjudul “Sebuah Seni untuk Bersikap BODO AMAT”. Ok, this is not about books’s review. Pernah g...